Jika cinta telah membius hati
Jika cinta telah melepaskan anak panah
Jika cinta telah menebarkan senyuman terindah
Jika cinta telah tertanam dalam tanah-tanah raga
Jika cinta telah menusuk dalam kalbu
Jika cinta telah mengubah kepribadian
Jika cinta telah memberikan energ-energi
Jika cinta telah membungkus hati dan nurani
Jadi, apa yang akan Engkau lakukan?
Menjaganya? Membuangnya? Atau tak meresponnya?
Jika cinta tak lagi berkata – kata
Jika cinta tak lagi sebuah goresan pena di atas kertas putih
Jika cinta tak lagi sebuah janji
Jika cinta tak lagi memberikan makna kehidupan
Jika cinta tak lagi indah pada waktunya
Jika cinta tak lagi pada tempatnya
Jika cinta tak lagi merah jambu
Jika cinta tak lagi memberi nafas
Jika cinta tak lagi ada dalam kalbu
Jadi, ingin apakah sebenarnya cinta?
"Kasih sayang Allah pasti datangnya, meski terasa nun jauh d sana.. Ia kan tiba laksana kerdipan mata bila sudah saatnya..."
Selasa, 02 Agustus 2011
Jika cinta…
Label:cerita,kisah,
Puisi-Puisian
Selasa, 21 Juni 2011
Ceritaku ^_~
Hai semua…..!!! Kumulai tulisan ini dengan sedikit senyuman , karena baru ada kesempatan untuk menulis lagi…yup kini jam yang ada di laptopku telah menunjukkan pukul 11.19 wita, yang berarti saat yang baik untuk tidur. Namun, terlalu banyak hal-hal yang ada di pikiranku, membuatku tidak konsentrasi untuk memuaskan hak tubuhku. Entah, bagaimana melenyapkan pikiran-pikiran yang “Tidak Penting “itu?! Sebenarnya, aku sebagai calon psikolog yang sudah mempelajari sedikit tentang ilmu psikolog mesti sudah bisa mengatasi hal-hal seperti itu. Namun, apa daya tangan tak sampai(maksudnyaaa???) iyya, maksudnya belum berhasil mengaplikasikannya. Hemmm … Apa lagi yah? Yah…ada sedikit puisi yang ingin ku pubhliskan..tapi…hehe malu…^_~ nantipi nah..
Ok lanjut…saya akan memberikan sedikit ceritaku hari ini..
Tadi ketika di kampus, ada seorang teman yang tidak tahu bahwa hari ini ada “Final”, katanya “ Sebenarnya tadi tdk mauja’ ngampus, sy mw ke kantorx tante(klo nda’ slah ingat,lupa!) trus pas dijalan sambil naik motor, eh kenapa malah motorku jalannya mengarah ke kampus, ya sudah saya lanjut saja ke kampus…eh ternyata di BM 101 ada Final Psikologi Kepribadian dan Psikologi Perkembangan,yah mungkin ini petunjuk dari Allah” sambil mengusap-usap kepala. Dalam haitku berkata “Gila” entah sy harus ketawa atau apa,,,ckckc luar binasa ini anak.
Eh..ada lagi nih ceritaku…
Tadi siang setelah final, Saat aku ingin mengembalikan buku ke perpustakaan ada beberapa teman yang duduk di taman , ada yang lagi nelpon dan ada yang sedang berdiri sambil menunggu seorang teman yang sedang ditelpon oleh orang yang lagi nelpon tersebut( ribet yah bacanya??) hehe..trus dari kejauhan aku melihat 2 teh dingin, kebetulan lagi haus-hausnya yah..dengan terpaksa(NGeek) dan sedikti berlari-lari kecil langsung kuisap eh..kuminum dengan nikmatnya, tapi tentu saja dengan izin pemiliknya dong. Nah, setelah aku minum aku pun langsung menuju ke lt.2 perpus psikologi dan tak lupa berterima kasih pada pemilik tehnya..hehe..pas tiba di atas, ternyata masih tutup..”yahhhh…capetta’” batinku menggerutu. Ok, fine..aku kembali lagi ketaman dimana ada teman-teman yang sedang ngobrol disana… dan saat tiba di taman sudah ada tambahan satu orang , jdainya kami berempat deh(so ???). hem, sebenarnya aku sudah pengen banget pulang ke kosan, tapi…cerita temanku membuatku terhenti untuk melangkah pulang.
Ceritanya gini, tapi aku cuman tw setengahnya sih, saat aku mulai mendengarkan aku buat mereka kesal gitu, tapi gak sampe marahko..soalnya ceritanya sering kupotong dengan sedikit lelucon. And then…kata si yang punya kisah”……” ah..pusing nih gimana ceritainnya, intinya begini..ada seorang cowok yang akan berulang tahun, tinggal menghitung menit sih…untuk mencapai umur yang ke 21 tahun. Tapi, temanku merasa aneh karena ia berfikir kok si cowok yang ulang tahun dia yang malah nelpon ke temanku(cewek)..si cewek pun tidak mengangkatnya…aneh pirinya. Trus ada es-em-es si cowokyg bilang “angkat dule” jadi, dengan berat hati si cewek pun mengangkatnya…nah…si cowok bertanya “jam berapami?” si cewk bilang “lagi semenit kyaknya jam 12.00”..oh..mereka pun lanjut ngoborl, dan ketika tepat pukul 24.00 si cowok bilang” eh..ulang tahunku mi” ..si cewek “ha? Anehnya ini” katanya dalam hati ,” trus?” si cowok bilang” em..ada yang mau kubilang sama kita’,tapi malu-malu ka’!” cewek..”Kenapa malu-malu,bilang meki’” (mdddhhh…biassa anak muda)” si cowok” emmm…(sambil berpikir keras) mauki jadi pacarku’?” si cewek “ hah?” emm…dan cerita pun berlanjut…. Kira-kira apa jawaban si cewek?? Hehehe….
Oke………itu ceritaku apa ceritamu?
Ok lanjut…saya akan memberikan sedikit ceritaku hari ini..
Tadi ketika di kampus, ada seorang teman yang tidak tahu bahwa hari ini ada “Final”, katanya “ Sebenarnya tadi tdk mauja’ ngampus, sy mw ke kantorx tante(klo nda’ slah ingat,lupa!) trus pas dijalan sambil naik motor, eh kenapa malah motorku jalannya mengarah ke kampus, ya sudah saya lanjut saja ke kampus…eh ternyata di BM 101 ada Final Psikologi Kepribadian dan Psikologi Perkembangan,yah mungkin ini petunjuk dari Allah” sambil mengusap-usap kepala. Dalam haitku berkata “Gila” entah sy harus ketawa atau apa,,,ckckc luar binasa ini anak.
Eh..ada lagi nih ceritaku…
Tadi siang setelah final, Saat aku ingin mengembalikan buku ke perpustakaan ada beberapa teman yang duduk di taman , ada yang lagi nelpon dan ada yang sedang berdiri sambil menunggu seorang teman yang sedang ditelpon oleh orang yang lagi nelpon tersebut( ribet yah bacanya??) hehe..trus dari kejauhan aku melihat 2 teh dingin, kebetulan lagi haus-hausnya yah..dengan terpaksa(NGeek) dan sedikti berlari-lari kecil langsung kuisap eh..kuminum dengan nikmatnya, tapi tentu saja dengan izin pemiliknya dong. Nah, setelah aku minum aku pun langsung menuju ke lt.2 perpus psikologi dan tak lupa berterima kasih pada pemilik tehnya..hehe..pas tiba di atas, ternyata masih tutup..”yahhhh…capetta’” batinku menggerutu. Ok, fine..aku kembali lagi ketaman dimana ada teman-teman yang sedang ngobrol disana… dan saat tiba di taman sudah ada tambahan satu orang , jdainya kami berempat deh(so ???). hem, sebenarnya aku sudah pengen banget pulang ke kosan, tapi…cerita temanku membuatku terhenti untuk melangkah pulang.
Ceritanya gini, tapi aku cuman tw setengahnya sih, saat aku mulai mendengarkan aku buat mereka kesal gitu, tapi gak sampe marahko..soalnya ceritanya sering kupotong dengan sedikit lelucon. And then…kata si yang punya kisah”……” ah..pusing nih gimana ceritainnya, intinya begini..ada seorang cowok yang akan berulang tahun, tinggal menghitung menit sih…untuk mencapai umur yang ke 21 tahun. Tapi, temanku merasa aneh karena ia berfikir kok si cowok yang ulang tahun dia yang malah nelpon ke temanku(cewek)..si cewek pun tidak mengangkatnya…aneh pirinya. Trus ada es-em-es si cowokyg bilang “angkat dule” jadi, dengan berat hati si cewek pun mengangkatnya…nah…si cowok bertanya “jam berapami?” si cewk bilang “lagi semenit kyaknya jam 12.00”..oh..mereka pun lanjut ngoborl, dan ketika tepat pukul 24.00 si cowok bilang” eh..ulang tahunku mi” ..si cewek “ha? Anehnya ini” katanya dalam hati ,” trus?” si cowok bilang” em..ada yang mau kubilang sama kita’,tapi malu-malu ka’!” cewek..”Kenapa malu-malu,bilang meki’” (mdddhhh…biassa anak muda)” si cowok” emmm…(sambil berpikir keras) mauki jadi pacarku’?” si cewek “ hah?” emm…dan cerita pun berlanjut…. Kira-kira apa jawaban si cewek?? Hehehe….
Oke………itu ceritaku apa ceritamu?
Sabtu, 23 April 2011
Antara Engkau dan Aku
Ya Tuhan…
Di saat ini,
Engkau mengetahui
Bahawa sesungguhnya
Aku semakin menjauh dari MU…
Tuhan…
Di ketika ini,
Aku mengerti
Bahwa sesungguhnya
Engkau semakin murka kepada ku…
Tuhan…
Di waktu ini,
Tiada aku pahami,
Mengapa hati yang dulu
Sering memanggil-manggil asma Mu,
Kini… Sepi…
Ya Allah…
Di kala ini,
Aku bertanya-tanya,
Mengapa perasaan yang dulu,
Begitu rindu kepada Mu,
Kini… Pudar…
Ya Rabbi…
Di saat ini,
Tidak mampu ku fikirkan,
Mengapa mata yang dulu
Dibanjiri dengan air nan jernih kerana terkenangkan Mu,
Kini… Kering…
Ya Tuhan…
Sesungguhnya… Aku takut…
Aku takut kepada Mu…
Namun entah mengapa
Takutku belum mampu memulihkan diri ku…
Ya Rabbi…
Sesungguhnya… Aku rindu…
Aku rindu tatkala aku merindui Mu,
Aku rindu saat aku menangis kerana Mu,
Aku rindu tatkala aku gembira mendengar nama suci Mu,
Aku rindu saat aku sanggup melakukan segalanya untuk Mu…
Ya zaljalali wal ikram
Izinkanlah aku merayu kepada Mu,
Agar Engkau sambutlah tangan ku yang jijik ini,
Dan rangkullah aku kembali ke pangkuan Mu,
Agar dapat ku nikmati semula, Saat indah kita bersama…
Ya Rahman ...
Izinkanlah aku memohon kepada Mu,
Agar Engkau penuhkanlah ruang hati ku yang kotor ini,
Dan isikanlah setiap ruang fikiran ku,
Dengan asma Mu yang suci,
Agar terjalin semula ikatan cinta yang murni,
Antara Engkau dan aku…
Di saat ini,
Engkau mengetahui
Bahawa sesungguhnya
Aku semakin menjauh dari MU…
Tuhan…
Di ketika ini,
Aku mengerti
Bahwa sesungguhnya
Engkau semakin murka kepada ku…
Tuhan…
Di waktu ini,
Tiada aku pahami,
Mengapa hati yang dulu
Sering memanggil-manggil asma Mu,
Kini… Sepi…
Ya Allah…
Di kala ini,
Aku bertanya-tanya,
Mengapa perasaan yang dulu,
Begitu rindu kepada Mu,
Kini… Pudar…
Ya Rabbi…
Di saat ini,
Tidak mampu ku fikirkan,
Mengapa mata yang dulu
Dibanjiri dengan air nan jernih kerana terkenangkan Mu,
Kini… Kering…
Ya Tuhan…
Sesungguhnya… Aku takut…
Aku takut kepada Mu…
Namun entah mengapa
Takutku belum mampu memulihkan diri ku…
Ya Rabbi…
Sesungguhnya… Aku rindu…
Aku rindu tatkala aku merindui Mu,
Aku rindu saat aku menangis kerana Mu,
Aku rindu tatkala aku gembira mendengar nama suci Mu,
Aku rindu saat aku sanggup melakukan segalanya untuk Mu…
Ya zaljalali wal ikram
Izinkanlah aku merayu kepada Mu,
Agar Engkau sambutlah tangan ku yang jijik ini,
Dan rangkullah aku kembali ke pangkuan Mu,
Agar dapat ku nikmati semula, Saat indah kita bersama…
Ya Rahman ...
Izinkanlah aku memohon kepada Mu,
Agar Engkau penuhkanlah ruang hati ku yang kotor ini,
Dan isikanlah setiap ruang fikiran ku,
Dengan asma Mu yang suci,
Agar terjalin semula ikatan cinta yang murni,
Antara Engkau dan aku…
Label:cerita,kisah,
Puisi-Puisian
Kamis, 14 April 2011
Jadi Akhwat Jangan Cengeng
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dikasih amanah malah melarikan diri..
Diajak syuro bilang ada ijin syar’i..
Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..
Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..
Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..
Terus dakwah gimana? Diakhiri???
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..
Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…
Mendayu-dayu kaya’ film romantis..
Kesehariannya malah jadi narsis..
Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..
Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan
Rencana awal cuma kasih info kajian
Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!
Bisa-bisa dikira pacaran!
Sampai kepikiran dijadikan pasangan…
Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Abis nonton film palestina semangat empat lima..
Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??
Semangat jadi pendukung luar biasa..
Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..
Yah…bikin kecewa...
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan..
Eh, awas lho yang ketiga setan…
Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..
Wah, kaya’ film india aja gan!
Kalo ketemu Musyrifah atau binaan?
Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?
Oh malunya sama Musyrifah atau binaan?
Sama Allah? Buang aja ke lautan..
Yang penting mah bisa sayang-sayangan…
Na’udzubillah tenan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. .
Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit??
Langsung sengit kalo dibilang pelit…
Mendingan buat dzikir komat-kamit…
Malah keluar kata-kata nyelekit…
Aduh…bikin hati sodaranya sakit…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..
Pujaan dapet, terus walimah..
Dakwah pun say goodbye dadaaah..
Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?
Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..
Duh duh... amanah..amanah…
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama ikhwan yang wah..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan..
Dicari yang jenggotan..
Kalo udah dapet trus telpon-telponan..
Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..
"Assalammu'alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?"
Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..
Ikhwannya meng-iya-kan..
Mau-mau aja dibeliin bakwan..
Asik, ngirit uang kost dan uang makan...
Langsung deh siapin acara buat walimahan!
Prinsipnya yang dulu dikemanakan???
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ilmu cuma sedikit ajah..
Udah mengatai Ustadzah..
Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..
Baca qur'an tajwid masih salah-salah..
Lho kok udah berani nuduh ustadzah..
Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Status facebook tiap menit beda..
Isinya tentang curahan hatinya..
Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..
Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..
Duh duh.. status kok bikin putus asa..
Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..
Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut pusing beneran…
Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..
Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segunung…
Kalo disuruh shopping tancap gas langsung...
Hatipun tetap cerah walaupun mendung
Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..
Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…
Duh.. bingung...bingung…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…
Wah... wah… ghibah… ghibah…
Eh, malah timbul fitnah…
Segera ber-istighfar lah…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Nggak punya duit Halaqah males datang..
Nggak ada motor yaa...misi halaqah dibuang…
Musyrifah ikhlas, hati malah senang…
Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang..
Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang…
Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???
Oh noo...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ukhti... banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..
Dimanapun harokahnya.. .
Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm... Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah...
Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. ... dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata 'Jadilah..!' maka hal itu akan terjadi.. yang ada 'jadilah!' lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah... ilmu yang kau jadikan ia menjadi...
Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
"Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami..."
"Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu."
"Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar."
"Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu."
"Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka."
Aamiin Allahumma aamiin.
mardiyah kasuba
Dikasih amanah malah melarikan diri..
Diajak syuro bilang ada ijin syar’i..
Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..
Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..
Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..
Terus dakwah gimana? Diakhiri???
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..
Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…
Mendayu-dayu kaya’ film romantis..
Kesehariannya malah jadi narsis..
Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..
Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan
Rencana awal cuma kasih info kajian
Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!
Bisa-bisa dikira pacaran!
Sampai kepikiran dijadikan pasangan…
Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Abis nonton film palestina semangat empat lima..
Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??
Semangat jadi pendukung luar biasa..
Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..
Yah…bikin kecewa...
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan..
Eh, awas lho yang ketiga setan…
Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..
Wah, kaya’ film india aja gan!
Kalo ketemu Musyrifah atau binaan?
Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?
Oh malunya sama Musyrifah atau binaan?
Sama Allah? Buang aja ke lautan..
Yang penting mah bisa sayang-sayangan…
Na’udzubillah tenan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. .
Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit??
Langsung sengit kalo dibilang pelit…
Mendingan buat dzikir komat-kamit…
Malah keluar kata-kata nyelekit…
Aduh…bikin hati sodaranya sakit…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..
Pujaan dapet, terus walimah..
Dakwah pun say goodbye dadaaah..
Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?
Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..
Duh duh... amanah..amanah…
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama ikhwan yang wah..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan..
Dicari yang jenggotan..
Kalo udah dapet trus telpon-telponan..
Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..
"Assalammu'alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?"
Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..
Ikhwannya meng-iya-kan..
Mau-mau aja dibeliin bakwan..
Asik, ngirit uang kost dan uang makan...
Langsung deh siapin acara buat walimahan!
Prinsipnya yang dulu dikemanakan???
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ilmu cuma sedikit ajah..
Udah mengatai Ustadzah..
Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..
Baca qur'an tajwid masih salah-salah..
Lho kok udah berani nuduh ustadzah..
Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Status facebook tiap menit beda..
Isinya tentang curahan hatinya..
Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..
Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..
Duh duh.. status kok bikin putus asa..
Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..
Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut pusing beneran…
Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..
Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segunung…
Kalo disuruh shopping tancap gas langsung...
Hatipun tetap cerah walaupun mendung
Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..
Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…
Duh.. bingung...bingung…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…
Wah... wah… ghibah… ghibah…
Eh, malah timbul fitnah…
Segera ber-istighfar lah…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Nggak punya duit Halaqah males datang..
Nggak ada motor yaa...misi halaqah dibuang…
Musyrifah ikhlas, hati malah senang…
Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang..
Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang…
Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???
Oh noo...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ukhti... banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..
Dimanapun harokahnya.. .
Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm... Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah...
Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. ... dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata 'Jadilah..!' maka hal itu akan terjadi.. yang ada 'jadilah!' lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah... ilmu yang kau jadikan ia menjadi...
Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
"Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami..."
"Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu."
"Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar."
"Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu."
"Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka."
Aamiin Allahumma aamiin.
mardiyah kasuba
Jumat, 08 April 2011
Taman Hatimu
Sepertinya aku mulai menemukan apa yang aku cari
Jika aku ingin memetik bunga pada taman yang Tuhan sediakan
maka itu akan kupersembahkan pada kebaikan hatimu selama ini
meskipun aku akan pergi dari garis yang tidak pernah kau inginkan
Semua akan berakhir, begitupun dengan keberadaanku
Maaf jika aku membuatmu kebingungan sampai harus garuk-garuk kepala
Semua akan berhenti, namun jika kau mengartikanku
Akulah yang tak akan mati dalam benakmu
Sejauh kau melangkah kemudian pergi bersamanya
Aku menepis bahagiamu cukup dengan doaku
harapan untuk kau tetap menyadari keberadaanku
Salamku pada batinmu yang hari ini tetap terjaga
Langganan:
Postingan (Atom)
