Sabtu, 24 April 2010

Al-Fatihah

Bismillahirrohmanirrohiim…
Semua orang islam, entah itu islam KTP ato Islamnya gak dilakuin secara bener, ato yang emang ngejalanin islam setengah-setengah, ato yang bener-bener islam, pastinya gak ada yang gak hafal ummul Qur’an (surah alfatihah), setuju gak? Pelajaran pertama dalam kehidupan kita mungkin diajari baca fatihah sejak kita kecil, inget gak inget gak masalah, yang pasti karena itu al-fatihah, dan itu diajarkan pada kita yang masih gak punya dosa, makanya bisa hafal diluar kepala, tapi entah kalo nulisnya :D …
Nah kali ini sedikit ngebahas kalo yang namanya alfatihah, entah kita sadar ato gak, itu kan bacaan wajib dalam sholat, nah itu berarti kita sehari wajib baca qur’an lima kali, yakni dalam sholat itu, setuju gak? Dan itu diwakili oleh Ummul Qur’an…gitu sayang..hehe. Alfatihah sendiri katanya sayyidina Ali, “seumpama aku menafsiri alfatihah, maka sepuluh unta tak akan kuat membawa lembaran tulisan tafsir itu”. Itu sayyidina Ali lho, yang kata Rosul “Jika aku adalah kota ilmu, maka Ali adalah gerbangnya” patutlah kita bangga dengan alfatihah yang ada di luar dada kita, meski hanya hafal bacanya tanpa bisa menafsirinya.
Alloh berfirman dalam hadits qudsi: “aku membagi sholat untukku dan untuk hambaku menjadi dua bagian, dan untuk hambaku, apapun yang diminta” HR Abi Hurairah, dan diriwayat lain.. “ Setengah bagian untukku dan setengah bagian untuk hambaku, saat hambaku mengucapkan “Alhamdulillahi Robbil Alamiin”, Alloh berkata “hambaku telah memujiku”, dan jika mengucap “Arrohmaanirrahiim”, Alloh berkata “hambaku bermanja padaku”, dan jika mengucap “Maliki yaumiddin” Alloh berkata “hambaku memuji dengan pujian yang sangat memujiku”, dan ketika mengucap “iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” Alloh berkata “Ini adalah urusan antara Aku dan hambaku, dan untuk hambaku apapun yang dimintanya”, dan jika hambaku mengucap “ihdinash shiroothol mustaqiim, Shirootholladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhoolliin” Alloh berkata “ini untuk hambaku, dan bagi hambaku apapun yang diminta” HR Imam Muslim.
Nah kawan, alfatihah sendiri menurut niat orang yang membacanya, jika sampai ayat “iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” kemudian berhenti sejenak dan meminta apa yang diminta, disanalah ada harapan terkabulkan. Jadi jangan lepaskan hari-hari kita dengan alfatihah… jangan lupa selalu doain orang yang telah mengajarkan Alfatihah kepada kita, yakni ortu kita, dan tentu semua kembali kepada Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam…. Jazallohu ‘anna sayyidana muhammadan Shallallohu ‘alaihi wasallam ma huwa ahluh…
Sebaik-baik manusia yaitu bermanfaat bagi orang lain...